UI Selenggarakan Seminar Internasional Cara Atasi Kecanduan

UIBertempat di Gedung A Vokasi UI, Program Studi Okupasi Terapi (OT) Vokasi UI dan Ikatan Alumni Okupasi Terapi menyelenggarakan seri pelatihan Internasional bertajuk : “The Behavioral Detective: Evidence and Art,” oleh Kim Barthel, Ahli Neurobiologis dan Terapis Okupasi Dunia, selama dua hari, 3 dan 4 Januari 2015. Pelatihan ini berbentuk pelatihan dan menampilkan model untuk treatment.

Berbagai kasus kecanduan seperti; narkoba, miras, seks, gadget, televisi hingga merokok yang membayang-bayangi perkembangan generasi muda Indonesia mulai memprihatinkan. Sebagai ilustrasi, untuk kasus Narkoba,
berdasarkan dataDirektorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya jumlah penggunan narkoba di kalangan remaja selama periode 2011 – 2013 mengalami peningkatan yaitu tahun 2011, siswa SMA tercatat 3.187 orang, tahun berikutnya menjadi 3.410 orang dan pada awal tahun 2013 sudah tercatat 519 orang. Pengguna remaja yang berusia 12-21 tahun ditaksir
sekitar 14.000 orang dari jumlah remaja di Indonesia sekitar 70 juta orang.

Sedangkan Badan Narkotika Nasional memperkirakan jumlah pengguna narkoba di Indonesia pada  tahun 2015, mencapai 5,1 juta orang. Angka ini berarti menyamai separuh jumlah penduduk DKI yang totalnya mencapai 9,607,787 (Data BPS 2010).

Menurut para ahli neuron (sel), sel memiliki kemampuan berkaca dan  mereplikasi lingkungannya (Rizzolatti & Sinigaglia, 2006). Ketika seseorang memiliki perilaku kecanduan pada hal tertentu, ada peluang hal tersebut diwariskan secara internal (biologis) dan eksternal (social
learning theory) dari orang tua mereka.

Terkait dengan aspek biologis, Kim Bartel menjelaskan bahwa,
saat seorang ibu mengkonsumsi makanan atau obat maka zat yang terkandung di dalamnya terbawa di dalam aliran darah ibu untuk kemudian sampai kepada janinnya. Janin mulai terbiasa akan zat tersebut karena secara berkala dia mendapatkannya di dalam perut ibu mereka, ketika
mereka lahir maka mereka tidak lagi bisa mendapatkan zat tersebut, setelah terpisahnya mereka dari plasenta dan di potongnya tali pusat. SANG BAYI MEMILIKI KETERGANTUNGAN atas zat tersebut secara tidak langsung, karena telah terbiasa mengkonsumsi zat ini saat dalam kandungan mereka pun mencari sensasi atau efek dari obat ini di dunia luar kandungan.

Ketika sensasi dari zat tersebut tidak lagi dapat di rasakan oleh bayi, maka sistem persyarafan mereka menjadi “overstimulated” yang menyebabkan gejala penarikan [The symptoms of withdrawl], gejala bergantung dari terakhir bayi terpapar zat ini kemudian proses metabolisme dan pengeluaran zat tersebut dari dalam tubuh. Sedangkan
terkait ganguan eksternal, perjalanan hidup anak selama dalam pengasuhan akan membentuk perilaku mereka.

Melalui pelatihan ini, peserta akan memiliki pengetahuan dan
keterampilan mengeksplorasi intervensi proses neurobiologi dari sensori, melakukan pemeriksaan yang prosedural dan seni dalam menterapi individu dengan berbagai kondisi neurologi, perilaku, kesehatan mental dan tantangan dalam berkomunikasi. Sehingga dapat membantu orang lain memperbaiki perilakunya, termasuk perilaku kecanduan.

Be the first to comment on "UI Selenggarakan Seminar Internasional Cara Atasi Kecanduan"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*